Nonton Sampai ‘Bego’

2
459

Saya lupa dapat darimana kata-kata “Nonton sampai bego” ini. Mungkin pernah baca buku atau artikel. Atau bahkan pernah nonton di tv, sang objek penderita yang sedang kita bicarakan ini.

TV sebagai media paling umum untuk nonton memang menawarkan berbagai sisi. Ada positif, tentu juga ada negatifnya. Sama saja dengan hal-hal lainnya. Selalu memiliki dua sisi.

Kita bisa dapat berita yang terjadi di belahan bumi lain dalam sekejap lewat TV. Kalau koran pasti telat minimal 1 malam, majalah apalagi pastinya ngikut pada masa terbitnya. Tapi tv bisa realtime, saat itu juga. Audio dan visualnya bisa kita lihat bersamaan jadi lebih komprehensif. Beda dengan radio yang hanya bisa dengar suaranya saja.

Dengan bersaingnya industri televisi, program tv pun semakin adu kreatif. Kita sebagai penonton disuguhkan tontonan menarik dan gratis sepanjang hari. Bahkan penyair kondang Taufik Ismail bilang ‘televisi itu jadi nabi baru orang zaman sekarang’. Ya… ia adalah nabi. Petuah-petuahnya kita ikuti dengan sami’na wa atho’na.

Silahkan saja nongkrong di TV seharian penuh, atau kalau perlu nambah lagi semalam suntuk. Sajian tv itu selalu saja ada dan selalu menarik. Tapi nonton lama-lama dan berlebihan memang membuat bego loh.. ga percaya? silahkan saja observasi sendiri.

Nonton tv dengan durasi yang lama akan membuat otak kita tidak aktif. Otak kita terlalu nyaman menerima informasi. Ia tidak diberi kesempatan untuk bekerja, menganalisis dan bertindak kreatif. Padahal itu tugasnya otak. Tayangan yang kita tonton memanjakan otak. Dan kalau ini dilakukan dengan jangka waktu yang lama dan terus menerus maka memang benar, nonton itu bikin bego.

Seperlunya dan tak sampai bego mungkin bisa dibiasakan. Klik…. turn off the tv please, kita olah raga saja atau baca buku.

2 KOMENTAR

  1. terimakasih sudah berkunjung dan menjejak disini Kang.
    ngomong-ngomong saya punya 1 tv lumayan gede, udah 4 tahun ga dipakai. barangkali ada yang berminat? he..he..

LEAVE A REPLY