Getir – Israel Menutup Tahun dengan Darah

0
336

Getir…, saat ini perang masih saja menjadi pilihan. Padahal rak-rak buku di perpustakaan sudah penuh dengan sejarah nistanya perang. Kita sudah belajar, juga mendengar dan menyaksikan betapa buruknya akibat dari perang.

Israel memberi kado akhir tahun kepada dunia ini dengan goresan sejarah yang kelam. Khususnya Palestina. Dengan dalih ingin menghancurkan posko rudal hamas, mereka bunuh siapa saja yang ada. Hantam dari darat, laut dan udara dengan membabi buta. Taruhlah, kalaupun hamas menyimpan senjata yang mengancam Israel, tak bernyalikah Israel umumkan perang saja dengan mereka? Adu kuat sesama militer. Supaya rakyat yang tiada berdosa tak meregang nyawa dalam ketidakterlibatannya.

Sekali lagi kita saksikan betapa tak adilnya dunia. Jelas sudah agresi terlarang digencarkan, yang mampu dunia lakukan hanyalah mengecam. Padahal beberapa tahun lalu, sebuah skenario yang tak jelas ujung pangkalnya menghantam menara kembar AS. Itu sudah cukup untuk menduduki sebuah negara, oh… bukan cuma duduk, juga menginjak-nginjak harga diri negara, agama dan kelompok. Semua atas nama anti teroris.

Orang gedung putih manggut-manggut. Sambil tersenyum merestui tindakan Israel. Gordon Johnroe, sang jubir gedung putih bilang mereka bisa memahami tindakan Israel sebagai aksi mempertahankan diri.  Inilah serunya. Kekuatan militer Hamas bila dibandingkan dengan apa yang Israel punya hanyalah bagai serangan nyamuk-nyamuk kecil dimalam hari. Korban di pihak Israel akibat serangan Hamas juga hanyalah 1 orang. Tentu kita tak bisa menisbikan arti 1 nyawa, tapi pantaskan serbuan seperti yang sedang berlangsung sekarang ini terjadi? Membunuh lebih dari 300 orang, melukai ribuan lainnya. Dan Amerika, sang polisi dunia yang doyan mengirim pasukan atas nama perdamaian itu hanya tersenyum saja.

Takutkah dunia atas bangsa berjumlah kecil ini – Israel? Jangankan turun tangan mengirimkan pasukan untuk meredakan tindakan yang memalukan ini, cap teroris juga jauh dari mereka. Hanya kecam mengecam saja. Beda dengan kasus timor-timur dulu. PBB langsung turun tangan, militer Australia juga lantas mendarat membantu apa saja yang bisa dibantu.

Getir…, menyaksikan sejarah ini melintas digaris hidup kita. Jalur Gaza menjadi titik hitam yang menodai peradaban dunia. Apa motif dibalik semua ini?

BAGIKAN
Berita sebelumyaGemes
Berita berikutnyaKeranjingan Baca

LEAVE A REPLY