Biasnya Anti Terorisme

5
622

Tahun 2001 menjadi pintu gerbang hangatnya badai terorisme melanda dunia. Sejak tragedi 11 september 2001, AS menyemburkan nafas perang pada pelaku teror. Pokoknya perang sehabis-habisnya menumpas terorisme. Sampai sekarang Al Qaeda masih menempati juara satu organisasi teroris versi Amerika. Meski Osama yang namanya mirip Obama itu masih luput dari pencarian Amerika.

Sikap perang terhadap terorisme itu telah mengubah geopolitik internasional. Sebelumnya, kutub ideologi komunis – demokrasi yang saling beradu kuat. Sekarang antara Amerika dan sobat-sobatnya vs organisasi radikal muslim. Memang belum sampai pada perseteruan ideologi agama. Tapi bila suasana panas ini tak kunjung reda, bisa jadi perang dunia ke-tiga bakal pecah.

Tahun 2004, Amerika membentuk pusat antiteror yang bernama National Counterterorism Center (NCTC). Mudah ditebak, latar belakang berdirinya organisasi ini pasti akibat jengahnya Amerika akan aksi teroris yang berada dalam defenisi mereka sendiri.

Silahkan buka website resmi lembaga ini http://www.nctc.gov.

Disitu kita bisa lihat siapa saja kelompok teroris yang sedang diburu Amerika? Bisa dibilang hampir semuanya organisasi Islam. Mereka juga pasang harga untuk kepala masing-masing individu yang paling diminati. Kalau mau berburu, silahkan lihat bursa harga kepala mereka disini. Hingga kini, Osama Bin Laden masih jadi yang termahal.

Produk teranyar NCTC adalah kalender teroris. Ada dalam format print yang bisa di download dan ada online juga. Jangan lakukan planning tahun 2009 sebelum lihat kalender ini. Menarik, databasenya lengkap. Diplot hari perhari.   Lagi-lagi mayoritas berdasarkan penanggalan Islam dan event-event umat Islam.

Mereka juga sudah kumpulkan database serangan teroris seluruh dunia. Kejadian di Indonesia juga sudah masuk dalam rekaman.

Serunya lagi, kita bisa lihat cakupan organisasi teror versi Amerika ini. Silahkan lihat peta interaktifnya disini. Seluruh wilayah Indonesia sudah masuk dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Sumatera, Jawa dan Sulawesi masuk dalam cakupan Al Qaeda. Kalimantan bersih dari organisasi paling dibenci negeri paman sam ini. Kalau Amerika mau perang melawan Jamaah Islamiyah, maka Indonesia dan Malaysia lah sarang paling potensial untuk digeledah.

Masukkah Israel sebagai teroris? Sebab tingkah Israel di Gaza akhir-akhir ini bisa disebut sebagai State Terorism. Ternyata tidak. Justru dalam website NCTC, Israel diposisikan sebagai pihak yang sedang menghadapi teror.

Amerika mendefenisikan sendiri arti teroris untuk membedakan teror dengan perilaku kekerasan biasa. Menurut The American Herritage, terorisme adalah “The unlawful use or threatened use of force or violence by a person or an organized group against people or property with the intention of intimidating or coercing societies or governments, often for ideological or political reasons.”

Jadi Terorisme = Kekerasan + Motif Politik/Ideologis. Pelakunya bisa individu atau organisasi.

Lantas, mengapa sekarang Amerika terkesan berkepribadian ganda? punya standar ganda atas kejahatan kemanusiaan? Bisa dipahami, sebab sekarang Amerika masih menjadikan organisasi Islam sebagai teroris versi mereka. Hamas yang sekarang ingin ditumpas Israel adalah teroris dalam kamus NCTC Amerika. Jadi agenda Israel menyerang Gaza juga merupakan agenda Amerika untuk melenyapkan Hamas.

Apapun motif politiknya. Serakahnya Israel, keras kepalanya Hamas, sombongnya Amerika, mandulnya PBB dan bancinya Arab. Jelas tak bisa dijadikan alat membenarkan pembunuhan brutal atas rakyat sipil.

Bias… semuanya menjadi bias.

BAGIKAN
Berita sebelumyaVirus Hayang Kawin..
Berita berikutnyaSurat di Bawah Bantal

5 KOMENTAR

    • Hm… saya hormati opini Anda, meski saya tidak setuju begitu saja. Setau saya, harus ada langkah pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum menunjuk pihak lain sebagai ajaran sesat & atau sumber teroris.

LEAVE A REPLY